Berduka di Hari yang Istimewa

Oleh: Arie Sulistyawan

Penyesalan diikuti Khayalan tingkat tinggi memunculkan ide memainkan ‘mesin waktu’. Orang yang menyesal, beranggapan dengan “mesin waktu”, bisa mengubah kejadian masa lalu kapan saja. Nah ketika saya mengalami kegagalan dan penyesalan dalam hidup, biasanya melempar ucapan hasil dari memainkan mesin waktu itu, misalnya: “Coba saya bisa membalik waktu dulu atau Seandainya waktu bisa diulang“.

Nah bagaimana sesungguhnya jika seseorang mengungkapkan kata ‘Seandainya’ ketika mengalami kegagalan ? Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺍﺣْﺮِﺹْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻚَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻻ ﺗَﻌْﺠِﺰَﻥَّ , ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﺷَﻲْﺀٌ ﻓَﻼ ﺗَﻘُﻞْ : ﻟَﻮْ ﺃَﻧِّﻲ ﻓَﻌَﻠْﺖُ ﻛَﺬَﺍ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﻛَﺬَﺍ ﻭَ ﻛَﺬَﺍ , ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻗُﻞْ : ﻗَﺪَﺭُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﻓَﻌَﻞَ , ﻓَﺈِﻥَّ ﻟَﻮْ ﺗَﻔْﺘَﺢُ ﻋَﻤَﻞَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”. (HR. Muslim no. 2664)

Jadi seyogyanya kita lebih legowo dengan apa yang terjadi dan ikhlas akan takdir-Nya. Lagipula semua yang terjadi pastinya ada hikmahnya.

Apa hubungannya seseorang memainkan ‘mesin waktu’ dengan judul diatas? Pastinya ada. Jika anak Adam sudah meninggal, kemudian berada di alam barzakh maka ketika banyak melakukan “pelanggaran” atau amal kebaikannya sedikit maka ungkapan ‘seandainya’ pastinya akan mencuat. Misalnya: “Seandainya dulu saya rajin beribadah di dunia, pasti saya tidak seperti ini– Seandainya saya rajin bershodaqoh akan mendapatkan pahala yang besar lagi” dan lain sebagainya.

Pundi-pundi pahala yang dimiliki seseorang, tak ada yang tahu kecuali Sang Maha Pencipta. Bagaimanapun juga setiap manusia pasti tak pernah luput dari dosa. Tak ayal Predikat khusnul khotimah selalu diidamkan-idamkan bagi setiap muslim.

Kali ini Berita duka menyelimuti tetangga saya; saudaranya Lek Wiji. Tepat tanggal 17 Agustus pas hari Kemerdekaan, anak Adam yang bernama Imam Maarif itu menghembuskan nafas terakhirnya. Semoga diterima amal-amalnya, dimaafkan kesalahannya dan ditempatkan pada tempat yang layak oleh-Nya.. Amin..Wallahu A’lam bi showab

Tulungagung, 17 Agustus 2018

#Latepost #Jumat #Ngaji #BerdukadiHariyangIstimewa #mesinwaktu #seandainya #KomunitasLiterasiIAINTulungagung

Ilustrasi Seseorang yang Bertakziah

Iklan

Selipkan Doa Untuk Indonesia

Oleh: Arie Sulistyawan

Ketika bangsa lain ada yang memandang Indonesia sebelah mata, ketika ada yang berkata Indonesia bisa Juara dan gemilang sebagai blakasuta, tapi tidak bagi saya. Saya malah optimis kelak Indonesia bisa juara di segala turnamen olahraga dan disegani banyak negara.

Pernyataan yang berapi-api yang dipekikkan bangsa Indonesia itu kadang lupa tidak dibarengi mendoakannya. Setelah shalat fardlhu kadang bangsa Indonesia lupa untuk menyelipkan doa terbaik buatnya. Padahal dalam ayat suci al Quran, Allah Swt telah berfirman;

ﻗُﻞِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚِ ﺗُﺆْﺗِﻲ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺗَﻨْﺰِﻉُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻣِﻤَّﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺗُﻌِﺰُّ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺗُﺬِﻝُّ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ۖ ﺑِﻴَﺪِﻙَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ۖ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻰٰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Jadi sekali lagi jangan menganggap Sang Ilahi Robbi miskin, lemah dan tidak perkasa. Sebaliknya tidak sulit bagi-Nya untuk merubah Indonesia menjadi negara Juara dan jaya karena sesungguhnya Dia maha Kaya, Mahakuat dan Maha Kuasa.

Kali ini ujian besar menyapa bangsa indonesia di Asian Games. Ada beban tersendiri karena Indonesia didaulat sebagai tuan rumahnya juga. Hal itu bagi bagsa yang terbanyak sukunya di dunia itu seharusnya menjadikannya pelecut penyemangat untuk mendukung dan mendoakannya; yang tidak menyangka bertepatan di bulan ini, kemerdekaan Indonesia diperingati juga.

ﺣﺐ ﺍﻟﻮﻃﻦ ﻣﻦ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ
Cinta tanah air adalah sebagian dari keimanan”

Jika pahlawan nasional bersimbah darah memperjuangkan kemerdekaan, maka kita yang tinggal merasakannya harus meneruskan perjuangan mereka dengan prestasi yang gemilang pada Asian Games di “rumah kita” ini. Untuk para atlet, namamu akan selalu dikenang sebagai pahlawan ketika engkau nanti bisa meraih kemenangan disetiap pertandingan.

Ingatlah doa adalah getaran kekuatan yang bergelora tiada tara. Mari kita selipkan doa dalam ibadah kepada para atlet kita yang sedang bertanding sehingga mereka bisa mengharumkan Indonesia di kancah Internasional. Bukan tak mungkin jika bangsa kita bersatu menyelipkan doa kepada para Atlet maka bisa jadi Indonesia juara.

Tulungagung, 17 Agustus 2018

#Latepost #Jumat #DirgahayuIndonesia #HUT #RI #IndonesiaJuara #AsianGames #KomunitasLiterasiIAINTulungagung

Malam Tirakatan yang Mengesankan

Oleh: Arie Sulistyawan

Deraian peringatan malam kemerdekaan RI di desa Mojosari cukup deras. Terbukti warga tiap-tiap RT di desa itu rela gangnya ditutup untuk mengadakan acara malam Tirakatan. Dinamai malam Tirakatan karena beberapa hadirin siap melekan dan berdoa memperingati kemerdekaan besoknya; 17 Agustus.

Saya berangkat menuju ke area tersebut setelah sholat Isya. Tampak karpet, tikar dan sejenisnya telah digelar disepanjang gang dekat rumah saya. Saat bersalaman kepada para hadirin, saya melihat nasi kotak, nasi bungkus dan sejenisnya, tak ketinggalan nasi tumpeng yang menghiasi acara yang diselenggarakan setahun sekali itu.

Bacaan tahlil dikumandangkan dan dipimpin langsung oleh kepala desa Mojosari, H.Robert. Kami sangat khusuk menikmati untaian tahlil. Dalam tahlil selain kami memanjatkan doa kepada pahlawan kemerdekaan yang telah gugur, kami juga mendoakan ulama, Masyayikh, guru, para wali, para lurah pendahulu, dan tak lupa mendoakan untuk kejayaan Indonesia.

Warga RT 04 dan RT 05 Mojosari baik dari anak-anak, remaja, pemuda, orang tua, sesepuh tumpek blek menghadiri acara meriah itu; mereka seketika terbalut keharmonisan antar tetangga.

Acara yang dimulai dengan tahlil itu kemudian, dilanjutkan mauidzoh hasanah yang diisi oleh tokoh agama RT tersebut; yaitu Pak Ruki. Dalam sambutannya selain menggelorakan cinta pada tanah air, beliau menekankan untuk selalu memperjuangkan dan memperhatikan anak-anak warga RT tersebut supaya tidak melupakan pendidikan mereka terutama pendidikan agama, karena anak adalah adalah “aset” orang tua saat hari tua bahkan saat telah tiada. Memang betul, berkaitan dengan hal tersebut Rasulullah Saw bersabda:

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﷺ ﻗﺎﻝ : ‏« ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﺍﻧﻘﻄﻊ ﻋﻤﻠﻪ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺛﻼﺙ : ﺻﺪﻗﺔ ﺟﺎﺭﻳﺔ، ﺃﻭ ﻋﻠﻢ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ، ﺃﻭ ﻭﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻪ ‏»

Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

Sebelum berakhirnya acara inti, Tokoh Agama setempat; Pak Nawir membacakan doa.

Acarapun usai dan memasuki acara ramah tamah atau santap hidangan yang telah tersedia. Ketika ramah tamah, ketua RT 4 mengumumkan bahwa akan ada penyelenggaraan karnaval desa Mojosari dan dihimbau warga RT 4 dan RT 5 untuk ikut serta dan wajib memeriahkannya. Selepas acara inti, bukan berarti acara tersebut berakhir begitu saja, tapi acara masih dilanjutkan sholawat dengan diiringi kesenian jedor hingga pagi.

Tulungagung, 16 Agustus 2018

#Latepost #Kamis #MalamTirakatanyangMengesankan #ngaji #Jedor #sholawatan ##DirgahayuIndonesia #hutRI73 #KomunitasLiterasiIAINTulungagung

Dokumentasi acara Malam Tirakatan
Dokumentasi acara Malam Tirakatan

Berolahraga Bukan Satu-satunya yang Menyegarkan Jiwa

Oleh: Arie Sulistyawan

Kebanyakan orang memilih olahraga sebagai salah satu jalan untuk sehat. Dewasa ini tak sedikit orang berolahraga di malam hari; bahkan di Ibukota, kota-kota besar menjadi trend dan bukan merupakan suatu anomali lagi. Ada yang berasumsi mereka melakukan Olahraga di malam hari karena saat pagi hingga sore mereka disibukkan rutinitas pekerjaan yang padat.

Tahukah kita ternyata olahraga di malam hari bisa memompa jantung dengan baik, menghilangkan racun–toxin seharian beraktivitas dan membantu seseorang untuk bisa tidur nyenyak.

Akan tetapi, olahraga malam tak bisa diaplikasikan begitu saja, bukan tidak mungkin jika tidak mengikuti prosedur yang baik malah timbul kecapekan dan cedera; naga-naganya malah sulit tidur nyenyak. Ada beberapa olahraga yang aman jika dilakukan di malam hari. Diantaranya: Fitness, taichi, jalan-jalan dan yoga. Tapi sesuai judul, saya tidak mendefinisikan satu persatu macam-macam olahraga tersebut.

Betapapun minat seseorang untuk berolahraga bahkan ada dorongan yang sangat besar untuk melakukannya, ternyata bagi orang yang tidak cocok berolahraga berlebihan dapat berpotensi menyebabkan kardiotoksisitas. Menurut pakar kesehatan, Kardiotoksisitas adalah kerusakan pada otot jantung akibat pelepasan senyawa kimia, yang menyebabkan jantung tidak lagi dapat memompa darah ke seluruh tubuh–bukan itu saja berolahraga berlebihan juga dapat menyebabkan penyakit ginjal. Pasalnya ketika olahraga, secara maksimal semua aliran darah akan mengalir pada bagian-bagian tubuh yang memerlukan, semisal otot-otot tubuh. Ketika seseorang semakin berat olahraganya maka semakin sedikit aliran darah yang mengalir ke ginjal dan menurun hingga hampir 25%. Sehingga setelah seseorang berolahraga berlebihan dan berat bukan tidak mungkin berpotensi memiliki penyakit ginjal.

Menurut Dr. Steven Blair, seorang peneliti olahraga di University of South Carolina:

Tidak mudah untuk membakar kalori yang diperoleh dari apa yang dikonsumsi. Selain memerhatikan apa yang dimakan dan diminum, menjauhi juga gaya hidup yang kurang baik seperti merokok adalah salah satu solusi hidup sehat.”

Oleh karena itu untuk bisa hidup sehat tidak cukup mengandalkan olahraga berlebihan saja tetapi pola makan, pola gaya hidup, dan saya menambahkan “ber-spiritual” harus diperhatikan juga. Sebagai pemeluk agama Islam memilih berdzikir adalah pilihan tepat selain Sholat. Karena dengan berdzikir hati akan menjadi tenang. Allah Swt berfirman:

ﺃَﻻ ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏُ
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. ar-Ra’du: 28)

Karena tidak sedikit orang yang sukses, berkecukupan, sehat jasmani akan tetapi dia tidak “ber-spirtual” maka dia akan berpotensi stress. Di luaran sana Banyak orang menyandarkan diri pada sesama manusia, menjaga kesehatan, pola makanan tetapi tanpa diimbangi dengan “spiritual”, bukan tidak mungkin berpeluang menemui kekecewaan/ kekacauan dalam akhir hidupnya.

Ceritanya saya hari ini, setelah sholat shubuh berolahraga di bendungan Kleben, Tulungagung. Ini adalah ikhtiar saya untuk hidup sehat selain ber-spiritual dan menjaga pola makan. Tak setiap hari saya melakukan olahraga di tempat ini. Disana selain bisa menikmati pemandangan indah, terdapat lapangan luas sehingga bisa leluasa untuk berlari-lari menguras keringat.

Tulungagung, 16 Agustus 2018

#Olahraga #BukanSatu-satunya #Menyegarkan Jiwa #Kleben #Gondang #Tulungagung #KomunitasLiterasiIAINTulungagung

Salah satu Pemandangan di Bendungan Kleben
Salah satu Pemandangan di Bendungan Kleben

Polemik SKCK

Oleh: Arie Sulistyawan

Seorang HRD (Human Resource Departement) atau Departemen Sumber Daya Manusia, punya empowering penting dalam memasukkan karyawan pada suatu perusahaan. Adapun dalam perusahaan jika ingin membuka lowongan pekerjaan biasanya mensyaratkan pelamar untuk melampirkan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian).

Kalangan orang yang sentimen adanya SKCK menganggapnya serius. Pasalnya orang yang bekerja di perusahaan swasta saja harus memperhatikan SKCK tetapi pejabat pemerintah jika tersandung korupsi, SKCK dianggap tidak penting; bisa menjabat di birokrat lagi– Ada yang yang bilang itu tidak adil.

Sebelum mengomentari statement tersebut, mari kita ingat sebuah ungkapan:

“ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﺤﻞ ﺍﻟﺨﻄﺄ ﻭﺍﻟﻨﺴﻴﺎﻥ ”
Manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Dalam ungkapan itu menyatakan bahwa sungguh naif jika menganggap seseorang harus sempurna.

Ada sebuah contoh sederhana: Seandainya sang pejabat memiliki track record yang sangat baik sekali dan tak sedikit jasa-jasanya bisa dirasakan oleh masyarakat tiba-tiba dia dijebak semisal korupsi sehingga dia tidak diterima di masyarakat padahal dia sudah Taubat Nasuha, ingin menjaga integritas, tidak ingin mengulangi perbuatan itu lagi. Menurut kita, apa layak dia menjadi pejabat lagi ?

Baik kalau itu tidak layak dan banyak masyarakat yang tidak menerimanya, tidak apa-apa. Sekarang jika itu terjadi pada diri kita, misalnya mohon maaf: Jika kita dijebak melakukan “pelanggaran” sampai masuk bui tahanan–sehingga tercatat pernah melakukan tindak pidana di SKCK dan banyak perusahaan tidak menerima, sampai membuka “warung” pun tidak laris karena masyarakat sudah mengecap sebagai orang tidak baik, padahal keluarga kita sedang membutuhkan nafkah mendesak. Ada pertanyaan yang tidak perlu dijawab; Jika itu benar-benar terjadi, apa yang kita rasakan ?

Jika kejadian itu dialami orang yang tak punya iman, mungkin akan gila dan akan menghalalkan segala cara. Mereka berasumsi: “Daripada nakal setengah-tengah; sudah tobat tapi masyarakat tak mau tau dan menerima, maka lebih baik jahat total”. Niscaya bukan tidak mungkin mereka akan Merampok, menjarah, bahkan membunuh sebagai pilihan yang tepat.

Sekali lagi memaafkan, memberikan “solusi” bagi mereka yang membutuhkan jalan keluar yang baik adalah sebuah pilihan yang bijaksana; tanpa harus memperhatikan “SKCK” dan latar belakang kejahatannya. Mengingat Sang Ilahi Robbi saja Maha pemaaf dan menerima semua Taubat Meskipun dosa-dosa hamba-Nya seluas samudera, dengan syarat tidak menyekutukannya. Berkaitan hal tersebut, ada hadits yang menjelaskannya:

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﯾﻘﻮﻝ : ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﯾﺎ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ، ﺇﻧﻚ ﻣﺎ ﺩﻋﻮﺗﻨﻲ ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻭﺭﺟﻮﺗﻨﻲ ﻏﻔﺮﺕ ﻟﻚ، ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺁﺍﻥ ﻣﻨﻚ، ﻭﻻ ﺃﺑﺎﻟﻲ . ﯾﺎ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ، ﻟﻮ ﺑﻠﻐﺖ ﺫﻧﻮﺑﻚ ﻋﻨﺎﻥ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ، ﺛﻢ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮﺗﻨﻲ ﻏﻔﺮﺕ ﻟﻚ، ﯾﺎ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ، ﺇﻧﻚ ﻟﻮ ﺃﺗﻴﺘﻨﻲ ﺑﻘﺮﺍﺏ ﺍﻷﺭﺽ ﺧﻄﺎﯾﺎ ﺛﻢ ﻟﻘﻴﺘﻨﻲ ﻻ ﺗﺸﺮﻙ ﺑﻲ ﺷﻴﺌﺎ ﻷﺗﻴﺘﻚ ﺑﻘﺮﺍﺑﻬﺎ ﻣﻐﻔﺮﺓ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭﻗﺎﻝ : ﺣﺪﯾﺚ ﺣﺴﻦ ﺻﺤﻴﺢ
Dari Anas bin Malik radhiallahu‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula.” (HR. Tirmidzi, ia berkata, ”hadits ini hasan shahih.”

Bukan itu saja Nabi akhiru zaman, Muhammad Saw juga memberikan suri tauladan yang baik jika diimplementasikan di masyarakat dan di birokrasi. Beliau selalu merangkul dan mengajak perdamaian kepada siapa saja yang menyakitinya bahkan terhadap “oposisinya”.

Pesan moral dari catatan ini adalah: “Sesungguhnya manusia tak ada sempurna dan sebaik-baiknya orang yang berbuat kesalahan adalah yang mau bertaubat”. Semoga kita selalu dalam hidayah dan lindungan-Nya.

Ceritanya saya lagi mencari SKCK dan ingin bekerja sampingan selain mengajar. Semoga cocok. Sekian. Wassalam 😊

Tulungagung, 15 Agustus 2018

#Latepost #Selasa #Ngaji #PolemikSKCK#HRD #Birokrat
#KerjaSampingan #KomunitasLiterasiIAINTulungagung

SKCK Saya

Umur

Oleh: Arie Sulistyawan

Seorang ahli semiotika kadang suka memprediksi apa yang akan terjadi pada seseorang dan ingin mengetahui berapa umur seseorang dari apa yang dia kenakan pada hari itu juga. Banyak orang menutupi umurnya supaya muda dengan menggunakan fashion yang masih trend sehingga masih terlihat muda dan gaul tak terkecuali dengan saya.

Ada yang mengatakan bahwa semakin lama umur seseorang akan “bertambah dan ada yang mengatakan semakin berkurang”. Bagi saya itu semua shohih. Bertambah disini maksudnya dari segi jumlah umur akan bertambah; yang tahun lalu berumur 29, sekarang sudah berumur 30. Berkurang artinya “kuota umur” seseorang semakin berkurang karena telah dilewatinya tiap harinya.

Saya harus bersyukur kepada ilahi Robbi karena pada hari ini masih diberikan kesempatan untuk hidup. Lantas bagaimana untuk melewati umur tersebut supaya tidak sia sia ? Kaitannya dengan hal tersebut Nabi Saw bersabda:

ﻟَﺎ ﺗَﺰُﻭﻝُ ﻗَﺪَﻣَﺎ ﺍﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِ ﺭَﺑِّﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺴْﺄَﻝَ ﻋَﻦْ ﺧَﻤْﺲٍ : ﻋَﻦْ ﻋُﻤُﺮِﻩِ ﻓِﻴﻢَ ﺃَﻓْﻨَﺎﻩُ، ﻭَﻋَﻦْ ﺷَﺒَﺎﺑِﻪِ ﻓِﻴﻢَ ﺃَﺑْﻠَﺎﻩُ، ﻭَﻣَﺎﻟِﻪِ ﻣِﻦْ ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻛْﺘَﺴَﺒَﻪُ، ﻭَﻓِﻴﻢَ ﺃَﻧْﻔَﻘَﻪُ، ﻭَﻣَﺎﺫَﺍ ﻋَﻤِﻞَ ﻓِﻴﻤَﺎ ﻋَﻠِﻢَ
Kedua kaki manusia tidak akan bergeser di hadapan Alloh pada hari kiamat sehingga ditanya tentang lima hal: (1) tentang umurnya dimana dihabiskan, (2) tentang masa mudanya dimana direntakan, (3) tentang hartanya dari mana ia dapat, (4) dan ke mana dia belanjakan, (5) juga tentang ilmunya apakah ia mengamalkannya?.” (HR. Tirmidzi,
Hadis Hasan Shohih)

Oleh karena itu Seorang yang bijak pastinya akan menggunakan waktu dan umurnya dengan sebaik-baiknya, Dan Hari itu saya membuat video percakapan singkat menggunakan bahasa Arab bertemakan “Umur” dengan murid-murid. Berikut videonya :

Tulungagung, 8 Agustus 2018

#Latepost #Rabu #OrangBijak #TidakMenyiakanUmur #Ngaji #Muhadatsah #BahasaArab #SMASunanAmpel #BoluPunjulKarangrejo #KomunitasLiterasiIAINTulungagung

Dua Siswa Kelas XI memperagakan percakapan singkat berjudul “Umur”

Kado Pertama HUT Republik Indonesia Ke-73

Oleh: Arie Sulistyawan

Mozaik kemenangan tercurahkan timnas sepakbola U-16, tak luput saya pun menjadi saksi perjuangan para “Garuda Muda” mengkandaskan timnas Thailand meskipun menyaksikannya hanya lewat televisi. Ini adalah gelar juara pertama. Adapun juara terbanyak piala AFF U-16 ini dipegang oleh negara Thailand dan vietnam dengan 3 kali juara.Momentum juara di piala AFF U-16 ini semoga menular pada atlet Indonesia lainnya di Asian Games.

Bermain di kandang sendiri; Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada babak pertama Indonesia menguasai ball possesion, alhasil perjuangan mereka terbayarkan lewat lesakan gol Fajar Faturachman pada menit ke-32.Tapi lagi-lagi di babak ke dua Thailand bisa menyamakan kedudukan lewat serangan balik melalui Apidet Janngam di menit ke-71.

Waktu kian berjalan tetapi Skor imbang sampai menit ke 80 dan tambahan waktu 4 menit. Tendangan adu penaltipun tak bisa terelakkan. Adalah Ernando Ari kiper Arema pahlawan pada pertandingan malam itu, karena mementahkan dua tendangan penalti timnas Thailand.

Di stadion gelora Delta Sidoarjo inilah juga dulu Indonesia memenangi duel seru di final AFF U-19 melawan Vietnam pada adu penalti skor berakhir 7-6 (0-0).

Saya melihat tangis kegembiraan mengiringi kemenangan timnas Indonesia yang didominasi anak-anak dari keluarga tidak mampu itu. Walaupun begitu tak ada rasa kecil hati sedikitpun untuk menghadapi tim langganan juara AFF U-16, Thailand. Ini perlu diapresiasi buat mereka. Trimaksih Garuda Muda atas gelar juaranya dan bagi saya juara ini adalah kado pertama ultah Kemerdekaan yang tanah air yang tercinta Indonesia.

Trenggalek, 11 Agustus 2018

#Latepost #Sabtu #PialaAFF #U-16 #Indonesia #Versus #Thailand #StadionGeloraDelta #Sidoarjo #Dirgahayu73 #INDONESIA #KomunitasLiterasiIAINTulungagung

Bagas-Bagus memegang Piala AFF U-16

Saatnya Indonesia Juara

Oleh: Arie Sulistyawan

Tak terasa pesta olah raga terbesar di Asia itu dalam hitungan hari akan segera berlangsung di negara kita Indonesia. Tak lain dan tak bukan pesta olahraga itu dijuluki Asian Games. Kali ini sebagai tuan rumah, Indonesia mengambil Motto Energy of Asia.

Adalah Indonesia terakhir sebagai tuan rumah pada tahun 1962. Saat itu indonesia bisa terbilang negara yang “belum siap” sebagai peserta lebih-lebih menjadi tuan rumah, karena baru saja merayakan kemerdekaan. Tapi disitulah Indonesia perlu diacungi dua jempol. Pasalnya walaupun begitu indonesia bisa memperoleh 21 medali emas, 26 perak, 30 perunggu dengan jumlah 70 dan saat itu Indonesia berada di peringkat Ke-dua dibawah Jepang.

Musim ini Indonesia didaulat menjadi tuan Rumah Asian Games lagi. Saatnya para atlet Indonesia menunjukkan ke wajah dunia khususnya benua Asia bahwa kita bisa melampaui prestasi atlet olahraga dari negara-negara maju lainnnya.

Selain tanggung jawab dari para atlet Indonesia untuk meraih kemenangan di masing-masing turnamen, juga ada tanggung jawab besar pada kita seluruh bangsa Indonesia; yakni memberikan dukungan dan doa kepada mereka. Mari kita dukung dan doakan semoga acara perhelatan di “rumah kita” bisa sukses–lancar serta yang tak kalah pentingnya atlet kita bisa sukses meraih kemenangan lebih-lebih bisa juara 1 di Asian Games yang digelar di kota Jakarta dan Palembang nanti.

Ada 45 peserta negara yang akan tampil di pesta olahraga Asia yang digelar 4 tahun sekali itu. Adapun cabang olahraga yang diperlombakan nanti sebanyak 40 cabor. Sedikitnya ada 10 cabang olahraga baru yang dilombakan di Asian Games musim ini. Diantaranya; Rollersport, Bridge, Basket 3×3, Jet Ski, Pencak Silat, Jiu Jitsu, Sambo, Kurash, Paralayang dan Panjat Tebing. Sesungguhnya Indonesia berpeluang memenangi cabang olahraga baru tersebut.
Mengingat tak banyak negara-negara Asia yang menguasai olahraga-olahraga baru tersebut ditambah Indonesia kali ini sebagai tuan Rumah. Tak main-main sebagai motivasi, menpora mengguyur hadiah sebesar 1,5 milyar rupiah bagi atlet Indonesia yang bisa meraih medali Emas di ajang Asian Games nanti. Semoga Indonesia Juara.

Tulungagung, 12 Agustus 2018

#AsianGames #EnergyOfAsia #Jakarta #Palembang #45Negara #40Cabor #Silat #MedaliEmas #Badminton #Sambo #IndonesiaJuara #KomunitasLiterasiIAINTulungagung

Foto sebagian Atlet Asian Games Indonesia bersama bersalaman dengan Presiden
Foto sebagian Atlet Asian Games Indonesia bersama bersalaman dengan Presiden

Gempa di Lombok

Oleh: Arie Sulistyawan

Saya tidak bisa membayangkan jika gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter menggoyang daerah Mataraman terutama Tulungagung-Trenggalek. Bisa jadi hari ini saya tak bisa menulis di blog bahkan mungkin saya akan kehilangan keluarga, saudara, sahabat, guru, murid yang saya cintai.

Saya harus bersyukur tiada terkira kepada ilahi Robbi karena gempa itu tak terjadi di daerah tempat tinggal saya. Tapi bagaimanapun juga Gempa dahsyat yang terjadi di NTB terutama di Lombok Utara menyisakan duka yang dalam. Karena selain memporak porandakan tempat tinggal, diduga dari gempa dahsyat itu tercatat 385 korban telah Meninggal dan 1.447 Luka Berat sampai saat ini.

Sesungguhnya Allah memberikan musibah itu ada tiga tujuan: Pertama, sebagai Peringatan. Tak bisa dipungkiri pasti seorang anak Adam pernah melakukan kesalahan dan dosa. Ketika Allah mencintai hambanya, Dia akan memberikan peringatan berupa musibah sehingga dia sadar dan ber-muhasabah. Pun Musibah yang diberikan oleh Allah bukan karena Dia marah tapi dengan musibah/cobaan itu akan menghapus dosa dan kesalahan dari hambanya. Berkaitan ini nabi Saw pernah bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى – حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا – إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati, atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, musibah sebagai ujian. Seorang hamba yang ingin dinaikkan derajatnya, maka oleh Allah akan diuji. Jika lolos pada ujian tersebut, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Seperti halnya ketika kita sekolah, jika ingin naik kelas pastinya akan melewati ujian terlebih dahulu dan ketika lulus, kita akan naik kelas. Kaitannya dengan itu Nabi Saw bersabda:

إِذَا سَبَقَتْ لِلْعَبْدِ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ ثُمَّ صَبَّرَهُ حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنْهُ

Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada dirinya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya. yakni, Allah memberi taufiq kepadanya sehingga ia bersabar, kemudian ia bersabar, hingga kesabaran tersebut menghantarkannya kepada kedudukan yang diraihnya.”(HR. Imam Ahmad)

Musibah Ketiga sebagai Hukuman, jika seorang hamba sudah diperingatkan beberapa kali tapi tidak mengindahkan peringatan tersebut maka bukan tidak mungkin Allah akan memberikan azab di dunia. Pada hakikatnya musibah yang dimaksud datang disebabkan dari dirinya sendiri dan bukanlah dari Allah Swt. Nabi Muhammad Saw bersabda:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. As-Syuro: 30)

Ternyata musibah diatas semua itu tak seberapa jika masih diberikan di dunia bukan di akhirat. Sesungguhnya jika Alloh sama sekali tidak memberikan musibah melainkan selalu memberikan kenikmatan, harta kekayaan berlebihan kepada orang kufur (ingkar) ketika hidup di dunia meskipun dia selalu berbuat maksiat dan dosa; itu dinamakan Istidroj dan itu malah bahaya. Kelak orang-orang tersebut malah akan mendapatkan siksa berat di akhirat.

Apapun musibah hendaknya kita harus husnudzon dan tidak putus asa mengharapkan rahmat kepada Allah Swt. Semoga gempa yang terjadi di Lombok sebagai ujian bukan sebagai hukuman. Mari kita bantu mereka berupa materi–bahan pokok yang mereka butuhkan dan bagi yang tidak mampu mari mendoakan warga yang ada di Lombok supaya diberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan, dipulihkan mental mereka sehingga bisa pulih dan beraktivitas seperti sediakala lagi. Semoga Allah Swt tidak menurunkan musibah lagi di tanah air kita tercinta ini. Hal tersebut harus kita imbangi juga dengan berbuat kebajikan, menjalin persatuan–kesatuan dan tidak berbuat maksiat lagi. Wassalamualaikum

Sabtu, 11 Agustus 2018

#GempaNTB #LombokUtara #Ujian #menaikkanDerajat #kesabaran #ketabahan #Husnudzon #Muhasabah #JanganPutusAsa #KomunitasLiterasiIAINTulungagung

Foto Gempa di Lombok

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Memulai